129 WBP Lapas Tanjungpandan Telah Menerima Asimilasi di Rumah

by -
129 WBP Lapas Tanjungpandan Telah Menerima Asimilasi di Rumah (2)
Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Romiwin Hutasoit, SH, MH. Foto: Doc. Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

BADAU, JABEJABE.co – Sepanjang tahun 2020, terhitung April sampai dengan Desember Lapas Kelas IIB Tanjungpandan telah mengeluarkan SK Asimilasi Rumah bagi 129 WBP (Warga Binaan Permasyarakatan).

Kebijakan ini sebagai tindak lanjut Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Program asimilasi ini dilakukan atas dasar kemanusiaan demi mencegah penyebaran virus corona di lingkungan lapas dan rutan.

Dengan kondisi lapas dan rutan yang saat ini melebihi kapasitas, tidak memungkinkan dilakukan physical distancing sebagaimana prinsip pencegahan penularan virus ini. Selain itu, Ditjen Pemasyarakatan juga telah melakukan penutupan kunjungan secara langsung dan mengganti dengan kunjungan online.

Kasi Binapi Giatja Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Heri, S.AP melalui Kasubsi Registrasi & Bimkemas Endang Meidiansyah, S.AP menjelaskan bahwa sejak diberlakukan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap WBP yang memang berhak menerima sesuai aturan tersebut.

“Program tersebut terus kita jalankan sampai Desember 2020 tahun lalu dan Kita berhasil mengeluarkan SK Asimilasi kepada 129 WBP. Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang masuk kategori “gagal” kembali melakukan tindak pidana,” sebutnya.

Seraya menambahkan bahwa kebijakan tersebut di tahun 2021 tetap akan dilanjutkan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2020 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19.

“Dengan berlakunya Permenkumham tersebut, artinya kebijakan ini terus berlanjut dan kita akan langsung melakukan penjaringan,” ujarnya.